Struktur Dasar
Persamaan diferensial linier orde kedua menghubungkan fungsi tak diketahui $y(x)$ dengan turunan pertama dan kedua-nya. Kata 'linier' berarti setiap kemunculan dari $y$, $y'$, dan $y''$ hanya muncul dalam pangkat pertama.
Di mana $P(x)$, $Q(x)$, $R(x)$, dan $G(x)$ adalah fungsi-fungsi kontinu pada interval tertentu.
Klasifikasi Persamaan
- Persamaan Homogen: Jika $G(x) = 0$ untuk semua $x$ dalam interval, persamaan disebut homogen. Ini memodelkan sistem pada getaran bebas atau kesetimbangan.
Rumus Inti: $P(x)\frac{d^2y}{dx^2} + Q(x)\frac{dy}{dx} + R(x)y = 0$
- Persamaan Nonhomogen: Jika $G(x) \neq 0$, maka persamaan adalah nonhomogen. Fungsi $G(x)$ mewakili fungsi gaya luar (seperti menabrak lubang jalan).
Prinsip Superposisi
Salah satu alat paling kuat dalam teori linier adalah kemampuan untuk membuat solusi kompleks dari solusi-solusi yang lebih sederhana.
Jika $y_1(x)$ dan $y_2(x)$ keduanya merupakan solusi dari persamaan homogen linier dan $c_1, c_2$ adalah konstanta apa pun, maka kombinasi linear:
$y(x) = c_1y_1(x) + c_2y_2(x)$
juga merupakan solusi.
Menemukan Solusi Umum
Untuk menangkap setiap solusi yang mungkin dari suatu persamaan homogen, kita harus memastikan dua solusi dasar kita adalah bebas linier. Artinya tidak satu pun dari keduanya merupakan kelipatan konstan dari yang lain (misalnya, $e^x$ dan $e^{2x}$ bebas, sementara $e^x$ dan $2e^x$ tidak).